Sep 07 2007

ijoroyoroyo

untuk Ayah

Posted at 3:09 am under Uncategorized

Bagaimana mampu kukatakan padamu Ayah, sementara kata-katamu tertubruk oleh batuk. Aku sibuk menatapmu. Bagaimana kujelaskan padamu Ayah, kulihat kantung mata, nyaman menggelayut di bawah mata indahmu. Hidungmu masih mancung, Ayah, dan rambutmu masih ikal, meski rata, hitam dan keputih-keputihan.
Bagaimana kuungkapkan padamu, ayah, sementara aku sibuk menekuri diri, untuk menikmati pertemuan kita, berdua denganmu, ayahku, mendengarkan setiap kata yang meluncur di lidah cantikmu, memahami makna tatapan matamu yang kian redup, tapi, sungguh Ayah, dirimu tetap tampan, seperti dahulu..ketika masa aku kecil kita bersama, kau ajak aku ke gunung, menikmati telaga warna, di pantai, kau kenalkan aku indahnya karang, dan amisnya ikan, Ayah….
Bagaimana mungkin aku bisa menjelaskan padamu, Ayah, sementara, aku tak kuasa, aku sungguh kelu. Padahal itu ada Ayah. Sudah siap di ujung lidahku.

Bagaimana mungkin…

Kesederhanaanmu, kebijaksanaanmu, keapaadanyaanmu, ketulusanmu….

Ayah…

Kau, bagian indah dalam hidupku, Ayahku, bagaimana mungkin aku mengatakan padamu bahwa…

bahwa…

bahwa…

aku sangat mencintaimu, Ayah, sementara aku tak pernah melakukan apa-apa untukmu, untukmu….

Ayah… aku mencintaimu…. sangat mencintaimu…

Biarkan cintaku ini, dan airmataku ini, menjadi saksi, bahwa aku takkan pernah mengecewakanmu sampai kapanpun juga, menjagamu, menaatimu, dan menjadi yang terbaik bagimu, menjaga keluarga kita, menjaga Ibu dan Kakak-kakak, calon-calon keponakan….

Ya Alloh. Aku mencintai Ayah… Jagalah dia ya Alloh, berikan tempat terbaik, di akhirat nanti, dan selamatkanlah ia di akhirat dan di dunia, jadikanlah ia, kelak, tetangga Rasul di Surga….

Ya Alloh, sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil…

No responses yet




Comments RSS

Leave a Reply